Cashless di Bandara di Era New Normal

Calon penumpang pesawat selama di bandara harus beradaptasi dengan pola-pola perilaku menuju kebiasaan baru. Diutamakan menerapkan perilaku yang lebih mengedepankan aspek kesehatan dan kebersihan. Termasuk didalamnya adalah bertransaksi secara cashless.

Setelah sempat lama tidak beroperasi karena ditutup dan tidak ada penerbangan, bandara-bandara di Indonesia mulai beraktivitas lagi. Sudah adanya penerbangan membuat bandara secara perlahan ramai dan calon penumpang dibolehkan memanfaatkan seluruh fasilitas bandara.

Bersamaan dengan dibukanya bandara aktif juga tenant ritel dan gerai-gerai F&B. Tapi pembukaannya tidak sembarangan. Ada ketentuan yang mesti dipatuhi pengelola. Yang paling ditekankan adalah setiap transaksi harus cashless.

Karena kita masih hidup berdampingan dengan COVID-19, maka segala media penyebaran virus harus ditiadakan. Termasuk uang tunai dan kontak fisik. Untuk menghindari uang tunai dan kontak fisik saat transaksi di bandara kita pakai dompet digital, kartu debit, uang elektronik, bahkan hingga aplikasi bank di ponsel.

Beruntung jika sudah jadi nasabah Bank Syariah Mandiri, karena banyak pilihan untuk transaksi cashless.

Ada kartu Mandiri Syariah Debit berteknologi chip yang bisa dipakai di semua mesin ATM maupun mesin EDC bank lain. Lalu ada uang elektronik e-Money BSM yang sangat luas cakupan penggunaannya karena bisa dipakai di merchant-merchant Bank Mandiri juga. Kemudian dengan aplikasi Mandiri Syariah Mobile kita bisa transaksi dengan QRIS, atau mengisi saldo dompet elektronik GoPay, Ovo, dan LinkAja.

Itulah asiknya jadi nasabah BSM. Apalagi jika rutin berpergian dengan pesawat udara. Segala kebutuhan selama berada di bandara bisa terpenuhi dengan mudah.

Kalau belum punya tabungan BSM, langsung saja buka rekeningnya secara online melalui aplikasi MSM. Pasang dan jalankan aplikasinya di ponsel, lalu ikuti proses buka rekening online di situ. Nggak lama kok, cuma 10 menit. Coba deh sendiri!